Berikut adalah isi PERNYATAAN SIKAP PENGURUS CABANG NAHDLATUL ULAMA TERHADAP KEBERADAAN GAFATAR DI KKU : Gerakan Fajar Nusantara ( Gafatar ) bukanlah sebuah organisasi yang baru. Organisasi yang mengklaim bergerak di bidang Sosial dan Budaya ini , pernah dideklarasikan pada 21 Januari 2012 di gedung JIEXPO Kemayoran Jakarta, diketuai oleh Mahful M. Tumanurung.
Namun ternyata pemerintah Indonesia kemudian mencium adanya sesuatu yang salah dari organisasi ini. Pemerintah akhirnya memutuskan bahwa Gafatar adalah organisasi yang terlarang. Pelarangan tersebut diperkuat dengan dikeluarkanya surat Ditjen Kesbangpol Kementrian Dalam Negri RI Nomor 220/3657/D/III/2012 Tanggal 20 November 2012.
Keberadaan organisasi terlarang ini paling sering berganti nama. Karenanya jangan sampai terkecoh. Sebelum menggunakan nama Gafatar , nama yang dipakai adalah Milah Abraham. Organisasi ini juga sempat berganti nama menjadi Negara Karunia Tuhan Semesta Alam (NKSA)
Sehubungan dengan itu keberadaan eksodus Gafatar di kabupaten kayong Utara yang terorganisasi , cepat, dan besar-besaran, saat ini telah mencapai 1.838 Jiwa bahkan semakin bertambah ( eksodus dari mempawah ke KKU ) , Hidup dengan cara berkelompok, memiliki kesamaan model kehidupan dan cenderung menimbulkan keresahan masyarakat.
Atas dasar inilah , karenanya kami memberikan beberapa pokok pikiran sebagai sikap terhadap keberadaan kelompok Gafatar di KKU Sebagai berikut :
1. Memohon kepada pemerintah kabupaten kayong utara dan pihak terkait agar cepat mengambil langkah – langkah yang arif dan bijaksana terhadap keberadaan kelompok Gafatar di Kabupaten Kayong Utara
2. Menghimbau kepada warga Nahdliyin dan masyarakat Kayong Utara agar tidak melakukan tindakan anarkis dan kekerasan terhadap kelompok Gafatar, dengan senantiasa mengedepankan dan menjunjung tinggi akhlakul karimah
3. Meminta kepada kelompok Gafatar agar dengan sukarela kembali ke daerah masing-masing ( daerah asal ) untuk menghindari konflik dan hal-hal yang tidak di inginkan di kabupaten Kayong Utara.
gambar di bawah adalah dokumentasi ketika rombongan Bupati kayong utara meninjau Salah satu kem Gafatar di satai lestari dusun baru 94 jiwa 30 kk asal jambi









DPC PKB OKU @ On 9-10 January 2016, DPW PKB West Kalimantan Regional Council held a National Awakening Party. The peak of the opening ceremony was held on 9 January 2016, precisely at 19:30 pm at the Kapuas Palace Hotel Pontianak. based on our observations, this event was attended by the Chairman of the PKB (Mr Muhaimin Iskandar), the House of Representatives electoral district of West Kalimantan (Danil Johan), and some of his entourage. While Representative DPC PKB District of North Kayong who attended the event consisted of 6 people consisting of the Chairman of the DPC PKB North Kayong (Sharif Azahari), Secretary of the DPC PKB and Vice DPRD North Kayong (Mr. Alias), Chairman of the Board Advisory DPC PKB North Kayong (KH . Masyra'ie), Secretary of the Advisory Board (Abdul Rauf), Member of Parliament District of North Kayong (Haripin), and Member of Parliament District of North Kayong (Indra Riduani, SH). At the height of his opening, the event Muswil 3 DPW PKB Kalimantan opened with the reading of the Holy Qur'an verse, Sholawat prophet, and staging Qosidah. Opened with a welcome speech Chairman of DPW PKB West Kalimantan (Mr. Mulyadi Tawik), Chairman of the PKB CENTER (Mr Muhaimin Iskandar), and Representative Governor of West Kalimantan. the existence of Muswil 3 DPW PKB West Kalimantan is expected PKB in West Kalimantan will be in love among the people and cadres increasingly promoting political practice courtesy and continue to build a relationship with a fellow human being without distinction distinguished social status both horizontally and vertically so that morals are applied in accordance with the teachings of Allah's Apostle SAW. Amin ....... !!!!!